Instagram dibeli oleh Facebook senilai 9 triliun rupiah. Startup baru yang belum berumur 2 tahun dan diawaki oleh anak-anak muda, Instagram. Social network yang dibangun oleh seorang anak muda, Facebook.
Blue ocean strategy adalah strategi bisnis dengan membuat produk jenis baru, minim pesaing. Menurut saya, Facebook bukan termasuk penerap blue ocean strategy, karena sebelumnya sudah diawali dengan Friendster, Hi5, dkk. Kalau Instagram, mungkin iya.
Ada berapa banyak lulusan ilmu informatika di Indonesia? Jika ada 2 orang di Indonesia semacam Zuckerberg dan Systrom ini, tentu efeknya bisa besar sekali. Lapangan kerja, pendapatan negara, dan potensi zakat/sedekah. Anda lulusan ilmu informatika?

Ecam

http://gajebow.com

PS : Pernah terpikir oleh saya konsep mirip Instagram ini. Beberapa saat kemudian, Instagram mulai diperkenalkan ke publik.

Hari ini saya diserang informasi terbaru tentang dunia perumahan, bertubi-tubi. Update harga pun kembali dilakukan. Untuk rumah baru di area Cipondoh yang notabene favorit untuk wilayah kota Tangerang, dimulai dr angka 400jt. Fantastis. Dua tahun yang lalu, saya masih ditawari di angka 270jt untuk perumahan yang lebih elit, di BSD. Arggghhh… seolah-olah semua orang “dipaksa utang”. Padahal saya beberapa tahun terakhir menabung untuk bisa memperbesar uang muka, syukur-syukur bisa beli cash (mimpi tidak dilarang).
Kalau saran mertua, sebisa mungkin jangan utang. Tapi harus sabar, ngirit. “Utang itu sebaiknya untuk usaha, bisa menghasilkan”, saran beliau. Masuk akal sekali. Tapi mengingat naiknya harga properti yang gila-gilaan… aarrgghh… Rat race.
Kembali mengingat sabda Rasul, kurang lebih, “Akan tiba suatu masa saat kamu ingin menghindari riba, tapi tetap terkena debu-debunya”. Ya itu tadi, dipaksa utang!

Bersekolah di sebuah sekolah dengan siswa dari penjuru tanah air membuat saya saat ini memiliki teman yang memiliki background pekerjaan dan domisili yang sangat beragam. Kualitas kehidupannya pun beragam. Banyak yang tinggal di luar negeri, ada lagi yang memiliki jabatan yg sudah lumayan, memiliki gaji yang bagi saya ‘not make sense’, menjadi abdi negara dan aparat, entrepreneur yang masih merintis, ibu rumah tangga, dokter gigi, maupun masih menjalani hidup yang bagi orang lain mungkin belum bisa dianggap sukses. Yang belum ada sepertinya adalah profesi entertainer.
Jalan hidup berbeda. Isi hati dan otak pun tak mungkin sama. Tapi semoga teman-teman semua masih terikat pada tali yang sama.
Menilik twit @aagym hari ini, bahwa : Kesuksesan itu adalah KHUSNUL KHOTIMAH. Simple. Tak peduli bagaimana pun kualitas hidupmu, kamu akan memperoleh kesuksesan apabila kamu memiliki akhir yang baik di hadapan pihak yang menugaskan kamu untuk hidup.

Bersekolah di sebuah sekolah dengan

Upin & Ipin begitu sukses di Indonesia, semua kalangan mengenal kedua tokoh utama berkepala botak tersebut. Memang, U&I masuk di saat tidak ada pesaing lokal (dalam hal bahasa) sama sekali, dan setting budaya yang sangat dekat dengan keseharian. Alur cerita yang kreatif dan sangat ramah anak juga menjadi faktor utama lekatnya U&I di hati pemirsa indonesia.
Apa Indonesia tidak bisa bikin animasi seperti itu? Menurut saya sangat bisa, hanya masalah manajemen dan dukungan. Masalah skill, saya pikir SDM lokal bisa bersaing.
Di lain sisi, hampir di semua tontonan hiburan lokal sangat terasa kedangkalan ide cerita. Sinetron apa lagi, saya tidak mau banyak komentar, sudah sangat jelas rendahnya kualitas cerita. Jadi, sebenarnya peluang profesi penulis cerita masih sangat luas terbuka. Andakah itu?

Hari gini masih pakai Windows Mobile memang rasanya sangat jadul. Sementara Android, iPhone, Ipad, Tablet sudah bertebaran, saya masih pakai WinMo. Ngirit, adalah alasan utama. Selain itu, memang saya tidak terlalu membutuhkan fitur2 yang disediakan gadget masak.ini tersebut.
Seni punya WinMo adalah mencari applikasi yang kompatible ditengah bombardir aplikasi-aplikasi baru. Barusan nemu nih, Pocket SharpMT, aplikasi untuk ngeblog via WinMo. dan inilah testing pertama, 1st post.

Saat ini seluruh lini kehidupan langsung atau tidak, berhubungan dengnan hutang (bunga). Beli rumah, alat transportasi, sekolah, usaha, dll. Sebenarnya hutang adalah sah-sah saja, jika tidak berbunga. Utang yg berbubga, ini sepertinya yang menyebabkan inflasi. Inflasi = seolah harga-harga semakin tinggi, padahal nilai uang yg terus merosot.
Emas adalah alat jual beli yang nilanya c taenderung tetap ari waktu ke waktu. Harga kambing dari dulu s.d sekarang ya sekitar 2 gram emas. Jika alat jual beli atau pembayaran menggunakan standar emas, maka tidak boleh ada hutang dikenai bunga, harga-harga relatif tetap. Tapi, efeknya adalah dunia bisa jadi tidak seindah dan semodern sekarang, karena dunia saat ini adalah hasil dari hutang berbunga. Coba jika seluruh aset di bumi ini dinilai seharga emas, apakah produksi emas dunia sampai saat ini bisa senilai/lebih? Opini saya adalah tidak bisa. Ada selisih antara nilai emas seluruh dunia vs aset seluruh dunia. Selisih itu adalah “uang yang tidak nyata”, ada tapi tiada, economy bubble. (Analogi emas bisa diartikan sebagai segala logam mulia yang berharga, misal perak, perunggu, dan platina).

(Ditulis oleh saya yang tidak punya pendidikan ekonomi, hanya sekedar meirangkum berbagai informasi yang diterima)

Setelah terhenti sekian lama, aktivitas ngeblog kembali bergelora. Hanya dikarenakan sentilan seorang rekan di twitter yang melecut semangat kembali menulis.
Dulu memang saya pernah aktif di majalah kampus, tapi ya “gitu-gitu aja”. Bahkan membaca bukanlah kebiasaan keluarga sejka kecil. Baru pada awal kuliah saya mulai dengan memaksakan diri untuk membaca buku tebal. Kini, membaca dan menulis sangat jarang dilakukan, dan si waktu sering saya jadikan si kambing hitam.
Apapun yang terjadi, sekarang saya sudah punya MoBlog untuk membuka peluang lebih lebar untuk menulis ke dalam blog. Enjoy my show, and I hope you will be enlighted.

Saya pengguna Prestahop sejak tahun 2009 untk website www.kado-unik.com. Awalnya,saya memang sudah berencana untuk membuat sebuah website e-commerce yang rencananya akan dikelola oleh istri di rumah. Setelah memutuskan berjualan barang-barang unik untuk kado, tahap selanjutnya adalah memilih CMS.
Latar belakang saya adalah bukan dari Ilmu Komputer maupun Informatika. Tentu saja pengetahuan saya tentang programming sangat dangkal. Oleh karena itu, saya mencari CMS siap pakai tanpa harus banyak kustomisasi. Faktor lain adalah harus free/gratis, berhubung kondisi keuangan yang belum aman. ;)
Setelah browsing sana-sini, saya memperoleh info tentang banyak jenis dari CMS e-commerce. Oscommerce (paling banyak digunakan saat itu), Joomla, Magento, Zen-cart, Prestahop, dll. Saya pun mencoba satu persatu setelah semua saya download.
Sekedar review, untuk Oscommerce saya menilai dari sisi tampilan kurang begitu menarik. Untuk Joomla, tampilannya cukup menarik tetapi ukuran file cukup besar. Untuk Magento, fiturnya cukup lengkap, hanya saja cukup berat dan ukuran filenya cukup besar. Dan satu lagi untuk Magento, versi fullnya berbayar. :(
Akhirnya pilihan jatuh ke Prestahop. Semacam Linux, Prestashop dikembangkan secara open souce, melibatkan para programmer seluruh dunia. Tidak heran, Prestahop memilik banyak
keunggulan, yaitu fitur lengkap, tampilan mantap, dan ukuran filenya sangat hemat. Satu fitur yang paling saya suka adalah Graphical Statistic yang menampilkan statistik website seperti pengunjung, barnag yang dilihat, pemesanan, yang ditampilkan dalam bentuk grafik baik garis maupun Pie.

Cukup sekian, karena motor saya sudah selesai diservis. :)

Silakan kunjungi :
www.prestahop.com
www.kado-unik.com

Bisa jadi ini adalah Anda, atau mungkin Anda kenal dengan orang ini :

Mengeluh bergaji kecil sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup,
tapi membuang uang untuk sesuatu yang sia-sia, yaitu rokok (termasuk biaya obat batuk)

Menuduh Malaysia mencuri budaya,
tapi identitas budaya yg dimiliki di rumah hanyalah baju batik buat kondangan

Menghina pemerintah tidak becus mengurus negara,
tapi mengurus skripsi secara mandiri saja tak selesai-selesai

Protes kalau ada orang yang diterima kerja karena “orang dalam”,
tapi menggunakan kesempatan yang sama jika punya kenalan “orang dalam”

Melotot kalau disenggol,
tapi pura-pura bego kalau tidak sengaja menyenggol

Setelah ada kejadian baru berkomentar, “Harusnya ini begini, itu begitu…”,
tapi sayangnya komentar itu tidak pernah muncul sebelum kejadian

Menuduh semua pejabat korupsi,
tapi masuk kerja selalu telat

Mengumpat terhadap orang yang tidak disukai,
tapi beraninya cuma lewat status FB

Berani godain cewek,
kalau sedang bergerombol doang

Mengeluhkan infrastruktur kereta api,
tapi curi-curi kesempatan “bayar di atas”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.